Friday, March 27, 2020

Perkreditan




Pengertian kredit memiliki keanekaragaman, dapat dimulai dari kata “Kredit” yang berasal dari Bahasa Yunani “Credere” yang berarti “kepercayaan” atau dalam Bahasa latin “Creditum” memiliki arti kepercayaan akan kebenaran. Dalam kehidupan sehari-hari, pengertian kredit berkembang luas, diantaranya sebagai berikut:
a. Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan janji pembayaran akan ditangguhkan pada suatu jangka tertentu sesuai dengan kesepakatan.
b.    UU No. 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa kredit adalah "penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
c.    Menurut Muljono, kredit adalah kemampuan untuk melakukan pembelian atau melaksanakan suatu pinjaman dengan perjanjian untuk membayar dalam waktu yang ditentukan.
d.    Menurut Hasibuan, Menjelaskan bahwa kredit ialah semua jenis pinjaman yang harus dibayar bersama bunganya oleh peminjam seperti perjanjian yang disepakati bersama.
Prinsip-prinsip perkreditan yang dijalankan oleh bank adalah prinsip 5C, beberapa orang ada yang menyebutkan prinsip 6C. Hal ini dilakukan agar perbankan tetap dalam kondisi yang sehat. Prinsip-prinsip tersebut terdiri dari:
a.  Character
b.  Capacity
c.  Capital
d.  Collateral
e.  Condition of Economy
f.   Constraint
Kebijaksanaan yang diambil oleh bank dalam perkreditan semata-mata dilakukan untuk mempermudah bank dalam menyalurkan kredit. Dalam perkembangan business perbankan mengarah kepada “one stop shoping bank”, hal ini menyebabkan permasalahan semakij rumit. Bank harus menyusun “net work” yang tidak terputus demi mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas. Untuk mengatasi permasalahan dan kerumitan yang terjadi, maka bank mengambil kebijaksanaan perkreditan yang terdiri dari 3 azas pokok, yaitu:
a.  Azas likuiditas
b.  Azas solvabilitas
c.  Azas rentabilitas
Kredit dapat dibedakan  menjadi beberapa jenis, diantaranya bentuk kredit menurut obyek yang dibiayai, diantaranya sebagai berikut:
a.  Kredit modal kerja
b.  Kredit Investasi
c.  Personal loan
d.  Non cash loan

** Apakah Sobat pernah punya pengalaman dan pengetahuan kredit di bank? Apabila sudah dapat diceritakan pengalaman dan pemahaman perkreditan di bank, tetapi apabila belum memiliki pengalaman kredit, dapat mengamati pengalaman yang dilakukan oleh keluarga, teman, atau tetangga dalam mengakses kredit di bank.
a. Jenis kredit apa yang dipilih?
b. Manfaat apa yang diperoleh oleh peminjam?
c. Silahkan jawab dikolom komentar, jangan lupa sertakan Nama dan Nim?

*** Semoga hari ini menyenangkan dan selalu dalam lindungan-Nya, Aamiin


Monday, February 17, 2020

Manajemen Laba



Setiap periode akuntansi, baik perusahaan, lembaga keuangan, maupun perbankan melakukan pengumuman laba. Pengumuman laba memberikan ringkasan informasi penting mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan baik untuk periode kuartalmaupun tahunan. Informasi rinci pada laporan keuangan dapat dianalisis untuk memberikan gambaran mengenai kinerja dan prospek perusahaan masa datang yang tidak dapat diperoleh dari ringkasan informasi saat pengumuman laba. Para investor, pemilik modal, dan pihak terkait merupakan pengguna utama dan yang menanti informasi pengumuman laba. Informasi ini juga terkait dengan capaian target yang diinginkan periode sebelumnya.

Manajemen laba dapat didefinisikan sebagai ”intervensi manajemen dengan sengaja dalam proses penentuan laba, biasanya untuk memenuhi tujuan pribadi” (Schipper, 1989). Dalam mengelola laba, terdapat tiga strategi yaitu: meningkatkan laba, mandi besar, dan penataan laba. Masing-masing strategi memiliki cara dan tujuan tertentu yang ditujukan untuk memperoleh manfaat bagi penggunanya. Manajer keuangan memiliki peran penting dalam pengelolaan laba atau sering disebut sebagai manajemen laba.

Perusahaan, lembaga keuangan, dan perbankan melakukan manajemen laba dikarenakan beberapa motivasi, yaitu intensif perjanjian, dampak harga saham, dan ketaatan undang-undang. Motivasi tersebut yang membuat manajer harus berfikir keras dalam mendapatkan sisi keuntungan yang layak bagi pihak yang berkepentingan dengan laba. Pada sisi bawah laporan keuangan, item Laba menjadi penilaian kinerja keuangan dalam kurun satu periode.

Baru-baru ini, pecinta sepak bola dihebohkan oleh salah satu klub sepak bola liga Inggris yang  diduga melakukan penggelembungan dana.  Atas tindakan tersebut membuat klub sepak bola yang bersangkutan harus menerima sanksi. Lebih lengkapnya silahkan baca berita berikut https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-4900145/city-dilarang-tampil-di-kompetisi-eropa-selama-dua-musim 

Tugas:

NIM dengan angka belakang 1, 3, 5, 7: Ketika Anda memilih kelas kewirausahaan atau Anda memilih sebagai pengusaha, apa yang seharusnya dilakukan untuk menyeimbangkan neraca laporan keuangan?

NIM dengan angka belakang 0, 2, 4, 6Ketika Anda memilih kelas kewirausahaan atau Anda memilih sebagai pengusaha, langkah apa yang Anda tempuh sebelum dan sesudah kejadian tersebut terkait dengan laporan keuangan.

NIM dengan angka belakang 8 dan 9: Ketika Anda memilih kelas kewirausahaan atau Anda memilih sebagai pengusaha, sikap apa yang harus dilakukan ketika Anda menjadi orang yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut?

Tuesday, February 11, 2020

Karakteristik Informasi Laporan Keuangan Syariah



Laporan keuangan syariah memiliki empat karakteristik kualitatif pokok, meliputi:


1. Dapat Dipahami

Pengguna laporan keuangan syariah bukan hanya berasal dari karyawan lembaga keuangan syariah melainkan berasal dari berbagai kalangan. Pengguna laporan keuangan syariah diluar lembaga organisasi inti meliputi akademisi, investor, nasabah, masyarakat umum, auditor, pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepentingan secara langsung maupun tidak langsung. Setiap laporan keuangan syariah harus memenuhi standar yang diterapkan agar pengguna dapat dengan mudah memahami isi dari laporan keuangan.

2. Relevan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, relevan merupakan kaot-mengkait, bersangkut-paut, berguna secara langsung. artinya penggunaan laporan keuangan menggambarkan kondisi masa lalu, masa sekarang ataupun sebagai penetapan masa mendatang. Hasil evaluasi pada masa lalu dapat digunakan pada masa sekarang sebagai perbaikan untuk masa mendatang.

3. Andal

Memberikan hasil yang dapat dipercaya merupakan karakteristik yang ketiga pada informasi laporan keuangan. Berbagai kesalahan dapat dikurangi bahkan dihindarkan ketika menyusun laporan keuangan syariah dengan memperhatikan berbagai aspek. Perhatian yang perlu ditekankan adalah pada proses penyajian laporan keuangan. Penyajian harus memberikan kesimpulan wajar dengan penyusunan secara jujur.

4. Dapat dibandingkan

Kegunaan dari laporan keuangan syraiah adalah dapat dibandingkan dengan usaha sejenis. Fungsi membandingkan untuk mengukur kinerja lembaga keuangan. Salah satu evaluasi yang dilakukan dapat diperoleh dengan mencari informasi yang terkandung dalam laporan keuangan. Potensi keuntungan maupun bagian yang belum maksimal dapat ditingkatkan sebagai langkah memperbaiki posisi. Strategi dan kebijakan yang disusun oleh lembaga keuangan syariah dirumuskan berdasarkan hasil membandingkan dengan usaha sejenis.


Tugas:



1. NIM dengan angka belakang 2, 4, 6: Uraikan kendala yang Anda hadapi ketika sebagai kalangan professional dalam memenuhi karakteristik pokok laporan keuangan syariah berdasarkan aspek relevan dan andal.

2. NIM dengan angka belakang 1, 3, 7, 9: Uraikan kendala yang Anda hadapi ketika sebagai kalangan professional dalam memenuhi aspek karakteristik pokok laporan keuangan syariah berdasarkan aspek dapat dipahami dan dapat dibandingkan.

3. NIM dengan angka belakang 0, 5, 8: Uraikan strategi atau kebijakan yang dapat dirumuskan berdasarkan aspek dapat dibandingkan pada laporan keuangan syariah.

Thursday, February 6, 2020

3 Fungsi Pokok Perbankan di Indonesia




Keberadaan bank menunjang kegiatan perekonomian pada masyarakat. Layanan perbankan menjadi kebutuhan pokok yang digunakan oleh pemerintah, perusahaan, investor maupun masyarakat umum. Perbankan di Indonesia berkembang menjadi dua jenis, yaitu bank konvensional dan bank syariah. Salah satu latar belakang berdirinya bank syariah adalah mayoritas penduduk di Indonesia adalah umat muslim.
Fungsi pokok perbankan di Indonesia meliputi:
  1. Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan
  2. Menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan
  3. Melancarkan transaksi dan peredaran uang

Bank menjadi pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dana. Kegiatan ekonomi dan transaksi masyarakat dilayani oleh bank dengan menyediakan beberapa unit dan cabang yang tersebar dibeberapa daerah. Perkembangan teknologi mendorong bank untuk menyediakan layanan berbasis internet demi mempercepat dan mempermudah transaksi. Internet banking dan mobile banking ditawarkan bagi masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu luang untuk datang ke bank.

Sumber:
Nurohman, Y.A. 2019. Pengantar Manajemen: Penerapan pada Industri Perbankan. Yogyakarta: CV Gerbang Media Aksara


Monday, July 16, 2018

Menumbuhkan Budaya Berorientasi Kinerja


Manajer memberikan motivasi secara materi maupun non-materi sebagai upaya meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi diberikan agar karyawan mampu menjalankan visi dan misi secara tepat. Tuntutan perusahaan yang tinggi dapat menyebabkan kinerja karyawan tidak konsisten apabila tidak adanya komitmen yang tinggi dari karyawan.

Budaya organisasi dalam suatu perusahaan merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh semua nggota manajemen dalam menjalankan visi dan misi. Pentingnya motivasi membuat karyawan lebih mengharapkan motivasi berupa materi, seperti bonus, tunjangan, paket liburan dan fasilitas penunjang.

Perusahaan harus menciptakan budaya organisasi yang berorientasi pada kinerja. Hal ini dilakukan untuk menjalankan manajemen yang efektif dan efisien. Perusahaan tidak dibebani oleh motivasi berupa materi. Kesadasaran karyawan dalam metraih capaian yang tinggi dapat diterapkan sebagai budaya organisasi.

Strategi yang dilakukan dengan kepemimpinan produk, keunggulam operasional dan kedekatan pelanggan. Budaya organisasi dapat ditumbuhkan dalam masing-masing strategi yang dipilih oleh perusahaan. Gagasan diciptakan untuk menjalankan strategi secara efektif dan efisien.

Evaluasi dilakukan secara berkala sebagai ukuran capaian yang dilakukan dalam pemilihan strategi. Proses pembelajaran dijalankan oleh karyawan untuk menemukan budaya yang berorientasi terhadap kinerja.